You are currently browsing the tag archive for the 'pacar' tag.
Beberapa saat yang lalu, aku sempat berada di suatu masa yang tidak pernah kukira aku akan ada di sana.. Suatu masa dimana aku sangat merasa tidak baik-baik saja.. Suatu masa dimana aku tidak ingin ditemani sekaligus butuh seseorang disampingku.. Suatu masa dimana aku merasa aku tidak ingin akan jatuh cinta lagi..
Hingga akhirnya aku bertemu “dia”, di pertemuan yang tidak biasa (lebih tepatnya memalukan-semoga “dia” tidak mengingatnya..^^), tapi dengan perasaan yang biasa (saja), std! Dan kami pun bertemu lagi, bertemu lagi, dan bertemu lagi untuk yang kesekian kalinya.. Dan, entah sejak kapan, semua terjadi begitu saja, tak juga tahu kapan aku jatuh cinta padanya, entah aku jatuh cinta atau kagum padanya, tak pernah terucap pula kata cinta ataupun sayang antara aku dan dia (*inget2 dulu+wondering, bener kan??!) . Dan disinilah aku bersama “dia” sekarang. Di satu tahapan baru. Tahap menyesuaikan satu sama lainnya.
Umm., suatu kisah cinta yang sedikit unik.. Membuatku teringat sebuah lagu dari efek rumah kaca berjudul “Jatuh Cinta itu Biasa Saja”, kusisipkan liriknya disini,
Kita berdua hanya berpegang tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji
Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi
Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja
Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap
Sebenarnya kalau dipikir2, justru jatuh cinta yang digambarkan dalam lagu ini adalah jatuh cinta yang tidak biasa saja.. Ya kan??! Dan aku merasa jatuh cinta inilah yang kurasakan saat ini.. Yang tidak biasa saja.. Aku mungkin tidak merasa jantungku berdegup kencang saat bertemu dengannya, tapi aku merasa nyaman saat ada di dekatnya. Aku mungkin tidak pernah bilang “aku cinta kamu” secara langsung, tapi aku tak bisa berhenti jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya, pada “dia”.
Aku tidak sedang merasa cinta buta..
Aku merasa cinta yang tidak biasa saja..
