You are currently browsing the tag archive for the 'cinta' tag.

pagi ini aku terbangun dari tidurku..
langsung berhadapan dengan laptopku yg ternyata lupa kumatikan dari semalam..
dan si mozilla masih memajang fesbuk n weblog milik seseorang disituw (wuiw, logo sekberna keren cuy!)
si fesbuk sendiri memperlihatkan tampilan wall-ku semalam, akhirnya kupencet tombol f5..

wew., si penyiar kondang menyematkan aku di salah satu note yg dia buat, judulna “best friend are better than boyfriends” (bentar2, knp boyfriend pake s?? –> ceritanya lg blajar basa inggris nie!)

isinya sih, ya begitulah, ttg persahabatan 4 perempuan yg tak lekang di makan waktu (phany-yuna-lia-fitria), pernah ku tulis jg bukan di weblog ini..

ada bbrp quote di note itu, dan ya seperti apa yang biasa ditawarkan quote pada umumnya, membuat kita berfikir dan merasa ato berkata, “iya ya..” ato “bener jg ya..” or something like that lah..

tergelitik aku (tuw kan ketawa sendiri, wong ada yg nglitikin!), mengutip salah satu quote dan mengeditnya dengan brutal, hehe..

begini,

tulisan asli di note:
Don’t walk in front of me, I may not follow.
Don’t walk behind me, I may not lead.
Walk beside me and be my friend.
- Albert Camus (also attributed to Maimonidies). Sent by clovers.

ngga usah dah diterjemahin ya, langsung edit ala yuna aja..

Jangan berjalan di depanku, mgkn aku tak dapat mengikutimu..
Jangan berjalan di belakangku, mgkn aku tak dapat memimpinmu..
Gendonglah aku, kau jadi kakiku, dan aku jadi matamu, dan kita akan saling menjaga satu sama lain..

(menurut lo, emangna gw tukang jamu gendong, wkwkwkw….)

um., quick press nih, jd ngga taw akhirnya panjang or pendek, hehe…^^

Beberapa saat yang lalu, aku sempat berada di suatu masa yang tidak pernah kukira aku akan ada di sana.. Suatu masa dimana aku sangat merasa tidak baik-baik saja.. Suatu masa dimana aku tidak ingin ditemani sekaligus butuh seseorang disampingku.. Suatu masa dimana aku merasa aku tidak ingin akan jatuh cinta lagi..

Hingga akhirnya aku bertemu “dia”, di pertemuan yang tidak biasa (lebih tepatnya memalukan-semoga “dia” tidak mengingatnya..^^), tapi dengan perasaan yang biasa (saja), std! Dan kami pun bertemu lagi, bertemu lagi, dan bertemu lagi untuk yang kesekian kalinya.. Dan, entah sejak kapan, semua terjadi begitu saja, tak juga tahu kapan aku jatuh cinta padanya, entah aku jatuh cinta atau kagum padanya, tak pernah terucap pula kata cinta ataupun sayang antara aku dan dia (*inget2 dulu+wondering, bener kan??!) . Dan disinilah aku bersama “dia” sekarang. Di satu tahapan baru. Tahap menyesuaikan satu sama lainnya.

Umm., suatu kisah cinta yang sedikit unik.. Membuatku teringat sebuah lagu dari efek rumah kaca berjudul “Jatuh Cinta itu Biasa Saja”, kusisipkan liriknya disini,

Kita berdua hanya berpegang tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi

Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap

Sebenarnya kalau dipikir2, justru jatuh cinta yang digambarkan dalam lagu ini adalah jatuh cinta yang tidak biasa saja.. Ya kan??! Dan aku merasa jatuh cinta inilah yang kurasakan saat ini.. Yang tidak biasa saja.. Aku mungkin tidak merasa jantungku berdegup kencang saat bertemu dengannya, tapi aku merasa nyaman saat ada di dekatnya. Aku mungkin tidak pernah bilang “aku cinta kamu” secara langsung, tapi aku tak bisa berhenti jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya, pada “dia”.

Aku tidak sedang merasa cinta buta..

Aku merasa cinta yang tidak biasa saja..