aku?
siapa aku?
aku jiwa yang bebas
berjalan ke mana angin menerbangkanku
aku jiwa yang lelah
lelah akan kemunafikan dan segala abu-abu duniawi
aku jiwa yang terombang-ambing
dan lebih senang diperbudak anganku sendiri
aku jiwa yang kesepian
sepi, sendiri, tapi kadang itu yang aku suka
aku jiwa yang terluka
dan membiarkan waktu mengobatinya
tak ingin ada yang mengubahku
aku ingin begini, selamanya..
atau mungkin hingga saat aku sadar ini salah
dan memperbaikinya
atas inginku sendiri
aku suka menenggelamkan diriku
dalam headset yang bersenandung kencang tentang lagu-laguku
dalam hiruk pikuk lautan manusia
dalam ketidakingintahuanku akan kehadiran mereka
dan dalam kacau balaunya pikiran akan ke-eksistensi-anku di mata Tuhan
aku..
mungkin hanya bagian kecil dari dunia
yang mencoba bertahan dari semua goncangan goda
layaknya semut yang selalu tergiur akan se-toples gula
kau sepertinya banyak tahu tentang aku..
coba beritahu aku, sebanyak apa kau tahu aku..

4 comments
Comments feed for this article
Januari 23, 2009 pada 7:28 am
imsuryawan
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Hahaha…
[Chairil Anwar is On Fire...]
Januari 23, 2009 pada 5:49 pm
Nae
lah hya., bales2an puisi kita pak..^^
pantun aja deh, gimana?
Februari 4, 2009 pada 9:35 pm
suryacx
aku adalah aku (emang aku itu kamu?)
kamu bukanlah aku (emang kamu itu aku?)
kamu bukanlah dia (emang dia adalah kamu?)
aku bukanlah dia (emang dia adalah aku?)
siapakah aku????
hanya Tuhan yang tau….
puisi aneh ya????
hehehe…….
maklum saya bukan keturunannya Chairil Anwar….
lam kenal…..
Februari 6, 2009 pada 3:29 am
Nae
@suryacx (lagi2., gimana men itu cara bacanya??!)
lam kenal jg..
hei., emang harus keturunan chairil anwar ya untuk bisa bikin puisi yang tidak aneh??
um., setelah dibaca2., itu bukan aneh., mbelit yg bener., wkwkwkw….^^