You are currently browsing the category archive for the 'cinta' category.

hmm., amat sangat jarang aku menuliskan kehidupanku yang sangat pribadi di blog. Termasuk perenungan2 yang sudah pasti dialami oleh banyak orang. Namanya jg perenungan., bisa pengakuan dosa, bisa konflik perasaan, sudah pasti SANGAT pribadi.
Tapi, suatu hari aku melihat post ini , dan aku membaca perenungan yang dilakukannya..

***
aku seringkali bertanya-tanya, mengapa orang berkonflik, mengapa mereka tidak saling memaafkan saja, mengapa begitu susahnya menaklukkan ego mereka masing-masing

belakangan lebih sering lagi bertanya-tanya, berhubung dekat dengan pemilu, para elite politik membicarakan strategi utk mampu menggolkan capres-cawapres yang mereka punya. Pembicaraan yang seakan-akan menunjukkan bahwa yang berkuasa berikutnya adalah si pemilik negara ini, tak hanya personal (capres-cawapresnya) tapi milik si partai.. CWAPE DE!!! seperti kata dia, para elite politik ini bicara-bicara-dan-bicara seakan-akan mereka sedang mengatur strategi untuk memainkan bidak-bidak catur dan memenangkan permainan. AKU BENCI!!!

knp mereka tidak bisa berfikir dan fokus pada keinginan untuk membuat negara ini lebih baik. bukankah saat kita duduk di bangku sekolah dasar, di mata pelajaran pendidikan moral pancasila (PMP) diajarkan untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. walau memang kata-kata ini yang terucap dari mulut mereka., aku tak yakin itu TULUS! (analisa: sepertinya orang-orang ini tidak pernah duduk di bangku sekolah dasar. dan sekarang PMP diganti dengan pendidikan pancasila dan kewarganegaraan [PPKN], apakah ini berarti pendidikan moral sudah dianggap tidak perlu)

***

the point is..

belakangan ini ada konflik di diriku.. bukan belakangan sih, sedari dulu (ky lagu tompi ya??).. aku jarang membaginya dengan siapapun, jarang bukan berarti tidak pernah bukan??
konflikku dengan orang ini, menyita 40% isi otak dan hatiku. tak pernah kubicarakan, hanya kupendam, sesekali kuceritakan pada bbrp orang, sisanya kupermainkan dalam benak2 pikiranku.

kini, kukembalikan pertanyaan di atas pd diriku sendiri., mengapa aku berkonflik? mengapa aku tidak bisa memaafkannya saja dan menganggap semua selesai?

-aku yang tidak ikhlas-

jadi teringat pesan moral di film ayat-ayat cinta (yang konon bikin pak SBY nangis.., ck..ck..ck.., kok aku ngga nangis ya pas nntn ini, malah nangis pas nntn pelm radit n jani?? -apakah aku tidak bermoral, hahahahahahaha)., iklas adalah salah satu (sifat, sikap, ato keadaan sih namanya) yang paling susah dilakukan manusia

biarkan saja seperti ini dulu

Beberapa saat yang lalu, aku sempat berada di suatu masa yang tidak pernah kukira aku akan ada di sana.. Suatu masa dimana aku sangat merasa tidak baik-baik saja.. Suatu masa dimana aku tidak ingin ditemani sekaligus butuh seseorang disampingku.. Suatu masa dimana aku merasa aku tidak ingin akan jatuh cinta lagi..

Hingga akhirnya aku bertemu “dia”, di pertemuan yang tidak biasa (lebih tepatnya memalukan-semoga “dia” tidak mengingatnya..^^), tapi dengan perasaan yang biasa (saja), std! Dan kami pun bertemu lagi, bertemu lagi, dan bertemu lagi untuk yang kesekian kalinya.. Dan, entah sejak kapan, semua terjadi begitu saja, tak juga tahu kapan aku jatuh cinta padanya, entah aku jatuh cinta atau kagum padanya, tak pernah terucap pula kata cinta ataupun sayang antara aku dan dia (*inget2 dulu+wondering, bener kan??!) . Dan disinilah aku bersama “dia” sekarang. Di satu tahapan baru. Tahap menyesuaikan satu sama lainnya.

Umm., suatu kisah cinta yang sedikit unik.. Membuatku teringat sebuah lagu dari efek rumah kaca berjudul “Jatuh Cinta itu Biasa Saja”, kusisipkan liriknya disini,

Kita berdua hanya berpegang tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi

Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap

Sebenarnya kalau dipikir2, justru jatuh cinta yang digambarkan dalam lagu ini adalah jatuh cinta yang tidak biasa saja.. Ya kan??! Dan aku merasa jatuh cinta inilah yang kurasakan saat ini.. Yang tidak biasa saja.. Aku mungkin tidak merasa jantungku berdegup kencang saat bertemu dengannya, tapi aku merasa nyaman saat ada di dekatnya. Aku mungkin tidak pernah bilang “aku cinta kamu” secara langsung, tapi aku tak bisa berhenti jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya, pada “dia”.

Aku tidak sedang merasa cinta buta..

Aku merasa cinta yang tidak biasa saja..