membuat skripsi itu berarti tahan berlama-lama memusatkan konsentrasi pada apa yang sedang kita kerjakan, membuat analisis terhadap permasalahan yang kita bahas.
cuma itu! serius cuma itu!
Seperti malam ini, tiba2 aku merasa semua sudah ada di kepalaku dan di depanku. Segala materi, segala bahasan, termasuk analisis yang serta merta sudah ada dan datang di pikiranku tanpa diminta. Tapi, melihat jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari – HAH!! baru juga jam 2, bukankah dulu aku biasa terjaga hingga subuh dan kadang tidak tidur. Mestinya ini bukan masalah, tapi menjadi masalah bila layar laptop yang ada di depan matamu membuka program word dan dipenuhi font times new roman size 12, isinya berkutat seputar pidana mati, narkotika, genosida, psikotropika, ham, dan teman-temannya.
dan aku pun tergoda untuk tidur.
mencoba mengurungkan niat, kutatap lagi tulisan2 genosida yang berserakan di sana. kutekadkan, “sekarang, habiskan hingga benar2 mengantuk”
semoga sub-bab ini bisa kuhabiskan!
kupertaruhkan berjibaku menghadap sang pembimbing, benar atau salah sudah bukan lagi jadi masalah. aku berhenti mengejar idealismeku.
***
aku memang kehilangan arah. aku kehilangan nyawa dari apa yang kucari. yang kucari terlalu jauh. ingin kucari, tp kurasa tak mampu – bukan! bukan tak mampu! terlalu jauh, bila dahaga pencarian kupuaskan, sepertinya tidak akan sepadan dengan apa yang mungkin akan aku dapatkan. apa aku harus cukup puas dengan apa yang ada? tapi aku tak puas! dan rasa tak puas ini yang membuatku kehilangan nyawa. dan hilang arah.
^pengen gigit sesuatu^

3 comments
Comments feed for this article
April 15, 2009 pada 11:52 am
imsuryawan
seharusnya itu tidak membuatmu menyerah pada hidup! idealisme mu, hanya sebagian kecil dari semua pernak-pernik hidup yang diciptakan Tuhan! kita perlu strategi, dan terkadang sejenak mundur, istirahat, atau menomorduakan idealisme kita pun adalah strategi.
idealisme tidak harus mati, ketika kenyataan di depan kita ternyata jauh dari yang kita harapkan…
April 15, 2009 pada 11:56 am
imsuryawan
arah? arah mana yang ingin kamu tuju? deskripsikan! jelaskan! apakah kau bisa mengetikkannya dengan jelas seperti 1+1=2? jangan kau pikir hanya dirimu yang bisa kehilangan arah! terkadang tidak semua harus mempunyai tujuan, terkadang hanya harus dijalani, sampai di akhir kita tersadar, ternyata kita sampai di tujuan dengan sendirinya…
arah? jangan bicara kehilangan arah, sebab kau mungkin bahkan tak tahu arah mana yang ingin kau tuju….
April 15, 2009 pada 11:56 am
imsuryawan
last, but not least…
jangan biarkan egomu menguasai dirimu…!