You are currently browsing the monthly archive for April 2009.
hmm., amat sangat jarang aku menuliskan kehidupanku yang sangat pribadi di blog. Termasuk perenungan2 yang sudah pasti dialami oleh banyak orang. Namanya jg perenungan., bisa pengakuan dosa, bisa konflik perasaan, sudah pasti SANGAT pribadi.
Tapi, suatu hari aku melihat post ini , dan aku membaca perenungan yang dilakukannya..
***
aku seringkali bertanya-tanya, mengapa orang berkonflik, mengapa mereka tidak saling memaafkan saja, mengapa begitu susahnya menaklukkan ego mereka masing-masing
belakangan lebih sering lagi bertanya-tanya, berhubung dekat dengan pemilu, para elite politik membicarakan strategi utk mampu menggolkan capres-cawapres yang mereka punya. Pembicaraan yang seakan-akan menunjukkan bahwa yang berkuasa berikutnya adalah si pemilik negara ini, tak hanya personal (capres-cawapresnya) tapi milik si partai.. CWAPE DE!!! seperti kata dia, para elite politik ini bicara-bicara-dan-bicara seakan-akan mereka sedang mengatur strategi untuk memainkan bidak-bidak catur dan memenangkan permainan. AKU BENCI!!!
knp mereka tidak bisa berfikir dan fokus pada keinginan untuk membuat negara ini lebih baik. bukankah saat kita duduk di bangku sekolah dasar, di mata pelajaran pendidikan moral pancasila (PMP) diajarkan untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. walau memang kata-kata ini yang terucap dari mulut mereka., aku tak yakin itu TULUS! (analisa: sepertinya orang-orang ini tidak pernah duduk di bangku sekolah dasar. dan sekarang PMP diganti dengan pendidikan pancasila dan kewarganegaraan [PPKN], apakah ini berarti pendidikan moral sudah dianggap tidak perlu)
***
the point is..
belakangan ini ada konflik di diriku.. bukan belakangan sih, sedari dulu (ky lagu tompi ya??).. aku jarang membaginya dengan siapapun, jarang bukan berarti tidak pernah bukan??
konflikku dengan orang ini, menyita 40% isi otak dan hatiku. tak pernah kubicarakan, hanya kupendam, sesekali kuceritakan pada bbrp orang, sisanya kupermainkan dalam benak2 pikiranku.
kini, kukembalikan pertanyaan di atas pd diriku sendiri., mengapa aku berkonflik? mengapa aku tidak bisa memaafkannya saja dan menganggap semua selesai?
-aku yang tidak ikhlas-
jadi teringat pesan moral di film ayat-ayat cinta (yang konon bikin pak SBY nangis.., ck..ck..ck.., kok aku ngga nangis ya pas nntn ini, malah nangis pas nntn pelm radit n jani?? -apakah aku tidak bermoral, hahahahahahaha)., iklas adalah salah satu (sifat, sikap, ato keadaan sih namanya) yang paling susah dilakukan manusia
biarkan saja seperti ini dulu
membuat skripsi itu berarti tahan berlama-lama memusatkan konsentrasi pada apa yang sedang kita kerjakan, membuat analisis terhadap permasalahan yang kita bahas.
cuma itu! serius cuma itu!
Seperti malam ini, tiba2 aku merasa semua sudah ada di kepalaku dan di depanku. Segala materi, segala bahasan, termasuk analisis yang serta merta sudah ada dan datang di pikiranku tanpa diminta. Tapi, melihat jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari – HAH!! baru juga jam 2, bukankah dulu aku biasa terjaga hingga subuh dan kadang tidak tidur. Mestinya ini bukan masalah, tapi menjadi masalah bila layar laptop yang ada di depan matamu membuka program word dan dipenuhi font times new roman size 12, isinya berkutat seputar pidana mati, narkotika, genosida, psikotropika, ham, dan teman-temannya.
dan aku pun tergoda untuk tidur.
mencoba mengurungkan niat, kutatap lagi tulisan2 genosida yang berserakan di sana. kutekadkan, “sekarang, habiskan hingga benar2 mengantuk”
semoga sub-bab ini bisa kuhabiskan!
kupertaruhkan berjibaku menghadap sang pembimbing, benar atau salah sudah bukan lagi jadi masalah. aku berhenti mengejar idealismeku.
***
aku memang kehilangan arah. aku kehilangan nyawa dari apa yang kucari. yang kucari terlalu jauh. ingin kucari, tp kurasa tak mampu – bukan! bukan tak mampu! terlalu jauh, bila dahaga pencarian kupuaskan, sepertinya tidak akan sepadan dengan apa yang mungkin akan aku dapatkan. apa aku harus cukup puas dengan apa yang ada? tapi aku tak puas! dan rasa tak puas ini yang membuatku kehilangan nyawa. dan hilang arah.
^pengen gigit sesuatu^
